Fakta selaput dara

Fakta Selaput Dara Wanita yang Harus Diketahui

Hymen atau selaput dara adalah salah satu bagian dalam alat reproduksi perempuan yang paling sering disalahpahami oleh banyak orang, tidak hanya oleh pria namun juga oleh wanita itu sendiri.

Bahasan mengenai keperawanan seorang gadis nyaris tak bisa dilepaskan dari kata “selaput dara”. Banyak yang masih percaya bahwa koyaknya selaput dara adalah sama dengan hilangnya harga diri, keperawanan seorang perempuan, dan sebuah bukti nyata bahwa wanita itu sudah pernah melakukan hubungan badan.

Fakta Selaput Dara

Selain konsep di atas, banyak konsep mengenai selaput dara dan keperawanan yang salah di masyarakat.

Biar kita tidak salah tangkap lagi tentang berbagai hal tentang selaput dara, yuk kenali fakta-fakta penting tentang selaput dara yang perlu diketahui!

1. Bentuk dan Ukuran

Sama seperti labia dan vagina, selaput dara wanita memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda antara satu wanita dengan wanita lainnya. Selaput dara sendiri merupakan jaringan tipis dengan lubang yang terletak pada satu sampai dua centimeter di dalam bukaan vagina. Demikian dipaparkan oleh Alyssa Dweck, MD, seorang ginekolog dari New York, Amerika Serikat dan penulis buku The Complete A to Z for Your V.

Selaput dara juga tidak menutupi seluruh pembukaan vagina, karena itu akan menghambat gadis yang tengah puber sebab tak akan bisa menstruasi secara lancar. Dan ternyata, selaput dara sama sekali tidak memiliki fungsi apapun.

2. Selaput Dara yang Berdarah

Bagi pasangan heteroseksual yang baru pertama kali melakukan hubungan intim, tidak sedikit wanita yang mengalami pendarahan pada organ intimnya. Kondisi terburu-buru serta kurangnya pelumas pada vagina atau karena melakukan seks yang kasar bisa menyebabkan jaringan vagina yang sensitif menjadi terluka. Itulah penyebab wanita berdarah di malam pertama. Bukan karena selaput dara terkoyak.

3. Warna Selaput Dara

Pada saat masih bayi, dimana seorang gadis masih kental pengaruh hormon dari ibunya, selaput daranya akan tebal, berwarna pink pucat, bisa melipat dan sedikit menonjol keluar. Sampai pada usia 2-4 tahun, bentuknya akan tetap seperti itu.

Ketika sudah masuk usia sekolah, pengaruh hormon ini telah berhenti, selaput dara menipis, halus dan rapuh, hampir tembus pandang. Sangat sensitif terhadap sentuhan. Karena itu apabila dokter perlu melakukan pemeriksaan, biasanya dokter akan menghindari sentuhan di daerah selaput dara.

Sejak remaja sampai dewasa, selaput dara kembali dipengaruhi oleh hormon estrogen, menjadi tebal, warna kembali menjadi pink pucat, dan siap untuk bertarung!

Operasi Selaput Dara?
Operasi Selaput Dara
Hubungi 6285728377532

4. Fakta Selaput Dara Tidak Menghilang

Banyak yang beranggapan seorang perempuan akan langsung kehilangan selaput dara yang ia miliki setelah berhubungan seksual. Kenyataannya, selaput dara tersebut memang tertarik dan terjadi pendarahan, tapi bukan berarti selaput dara langsung menghilang. Demikian dipaparkan oleh Dr. Jessica Shepherd, seorang OB/GYN dan partner dalam kampanye Know Your Birth Control.

5. Fakta Selaput Dara Tidak Selalu Berdarah

Meski begitu ada juga kasus di mana selaput dara tidak berdarah ketika wanita untuk pertama kalinya melakukan hubungan seksual. Ini disebabkan karena beberapa orang memiliki selaput dara yang sangat tipis sehingga ketika tertarik tidak menimbulkan pendarahan sama sekali. Demikian dipaparkan oleh Dr. Alyssa Dweck, M.D.

Dilansir dari Teen Vogue, konsep bahwa perempuan yang berdarah saat hubungan seksual menandakan bahwa ia tak pernah berhubungan sebelumnya adalah konsep yang salah.

6. Fakta Selaput Dara Bisa Dilihat dengan Mata

Menurut ob-gyn asal New York, Dr. Rebecca Brightman, terkadang kita bisa melihat selaput dara dengan mudah karena letaknya yang berada di antara lipatan labia. Umumnya, selaput dara memiliki ukuran yang kecil dan memiliki sedikit benjolan dengan warna terang yang tidak berbahaya.

7. Ada yang Terlahir tanpa Selaput Dara

Faktanya, ternyata tidak semua perempuan terlahir dengan selaput dara. Meski begitu, hal ini sama normalnya dan tidak memengaruhi apapun karena tidak ada kerja selaput dara ketika seseorang melakukan hubungan seksual.

Ya, tak ada yang tahu kenapa wanita dilahirkan dengan selaput dara. Membran dengan rupa menyerupai kue donat itu menonjol dan tebal namun perubahannya sangat cepat.

8. Ada Terlahir dengan Selaput Dara Tebal

Ada yang terlahir tanpa selaput dara, ada yang terlahir dengan keadaan selaput dara yang tipis, maka ada pula yang terlahir dengan kondisi selaput dara tebal. Kondisi selaput dara tebal ini ternyata bisa menimbulkan rasa sakit ketika dilakukan penetrasi penis. Meski begitu, selaput dara jenis ini jarang terjadi.

9. Tes Keperawanan yang Tidak Masuk Akal

Banyak yang menganggap bahwa tes keperawanan adalah sesuatu yang dianggap wajar dan bisa. Kenyataannya, setelah kita mengetahui fakta bahwa tidak semua perempuan terlahir dengan selaput dara, ada yang selaput daranya tidak mengalami pendarahan saat berhubungan seksual pertama kali, hingga macam-macam alasan selaput dara bisa robek selain dari berhubungan seksual, maka bisa disimpulkan bahwa tes keperawanan hanyalah suatu proses yang seksis yang tidak masuk akal.

Operasi Selaput Dara?
Operasi Selaput Dara
Hubungi 6285728377532

WhatsApp chat